Selasa, 11 Desember 2012

Talkshow Arief Muhammad a.k.a Poconggg di Medan

Jadi tanggal 8 Desember kemarin si Poconggg alias Arief Muhammad datang untuk kedua kalinya ke Medan. Tapi baru kali ini aku ada kesempatan buat liat langsung ke acaranya. Itu juga karena dapet info dari si Ade, kenalan aku anak Politeknik Negeri Medan yang udah jadi mahasiswi kepocong-pocongan. Tema acaranya " Jadi Penulis Gara-Gara Kepo ( Ketemu @Poconggg ) ". Sebenarnya enggak terlalu gimana-gimana kali sih liat si Arief ini, sekedar menjadi followers di Twitter aja, tapi rasa kepo akan mahasiswa yang bisa dibilang sangat cukup sukses ini melalui buku dan film Poconggg Juga Pocong nya ini membuat ku memesan sebuah tiket VVIP, melalui Ade.

Tiket udah dipesan dari sebulan lalu, dan menurut aku ini kecepetan tapi takut kehabisan. Yang ngurus masalah tiket ya si Ade, sampai transfer uang juga via ATM karena engga ada waktu buat ketemu langsung dan aku juga minta tiket nya buat dia yang simpen sampai hari H. Tanggal 7 waktu panitia sms buat ngumpulin buku PJP buat di tanda-tangani sama Arief aku juga nitip sama Ade. Untungnya yang nulis postingan di blog ini aku engga tega buat nyuruh Ade. Ini resmi tulisan saya. Ade udah cukup lelah aku repotin. 

* puk-puk Ade *

Ternyata urusan buat magang di kampus lumayan menghabiskan hari-hari perkuliahan sampai tiba hari talkshow. Hari H, katanya Ade acara mulai jam satu siang dan aku masih dikampus buat ngurus magang. Sementara si Arief terakhir kali ngetweet pagi-pagi bener dan bilang kalo dia lagi demam tinggi. Aku sempat berfikiran jangan-jangan talkshow bisa batal. Sampe siang, si Arief engga ada ngetweet juga. Yaudah, mungkin karena sibuk di perjalanan. Seperti biasa, bawaan alam kalo si Arief mau talkshow kemana mana kebanyakan ada pertanda engga baik. Cuaca Medan mendung.

Sekitar pukul satu aku udah ketemu sama Ade buat ambil tiket. Kata panitia jam setengah dua baru bisa chek in kedalam ruangan Gedung Serba Guna yang ada dikampus Polmed buat tempat talkshow. Satu hal tabu langsung ada dipikiranku, aku satu-satunya laki-laki yang ada di bagian penonton VVIP, sisanya cewek. Ampun deh. Ada juga beberapa cewek SMP yang hadir disini. Masalah check in emang buat masalah, semua pada mau berebut tempat yang paling strategis buat ngeliat si Arief. Dan prosedur buat masuk ke dalam mesti pada ngisi tanda tangan sesuai dengan daftar hadir, kayak mau kuliah aja. Sekali lagi aku pengin minta titip absen aja sama si Ade, tapi inget kalo udah terlalu banyak ngerepotin.

Setelah berhasil duduk, mendapat tempat tepat di depan si Arief, engga tau gimana ceritanya. Dan benar adanya, bahwa aku lah satu-satunya lelaki yang duduk paling depan di VVIP. Pukul dua siang acara dimulai dengan dibuka oleh MC garing. Iya, garing. Dia beneran engga hafal susunan acaranya, tapi dia bilang kalo Arief udah dibelakang panggung. Aku seneng, tapi engga ditunjukin karena takut dikira homo.

Acara dibuka dengan acara Stand Up Comedy oleh tiga orang finalis yang telah diseleksi sebelumnya. Tiga-tiganya ternyata lumayan garing juga, apalagi yang terakhir, si Aulia itu

* sungkem Aulia * * salim *

Akhirnya lupa pada pukul berapa si Arief pun dipanggil keluar dan talkshow dimulai. Suara para cewek pecah waktu Arief keliatan di panggung. Eummm, kalian dengar suara aku jerit engga ? Si Arief mulai basa-basi nyapa peserta talkshow, sumpah, garing gitu sapaannya. Kesan pertama liat Arief, dia engga mandi. Tapi emang keliatan dia lagi sakit sih.

" di Medan lagi musim apa sih ? "



Talkshow berjalan sekitar satu jam lebih dan diisi sama sesi pertanyaan yang dipandu sama bang Wendi. Alasan keterlambatan acara ternyata karena kondisi Arief yang memang lagi beneran engga fit. Disana juga keliatan mas Anca, menejer Arief dan juga Raditya Dika, yang main jadi pembantu di serial tivi Malam Minggu Miko. Yang sedikit mengecewakan tema dan pertanyaan talkshow rada engga nyambung. Selama ditanya tanya si Arief dengan bangganya promoin kalo dia main sinetron, dasar. Kalo ditanya soal hubungannya sama Tasya Kamila, dia bilang cuma temen aja. Di talkshow kali ini, ulang tahun Arief yang udah lewat kemarin juga dirayain dengan cake yang sangat sederhana. Parahnya engga ada lilinnya.

happy birthday, Conggg!

Di awal talkshow, seperti yang udah aku prediksi sebelumnya, posisi duduk aku, cowok sendiri diantara cewek-cewek, mengundang unsur-unsur bully dari si Arief. Aku inget dia bilang langsung ke aku,

" Lo lagi, cowok sendirian diantara cewek-cewek, caper lo ya ? " 

" Jangan-jangan udah ganti kelamin lagi. Suram Lo "

* nyengir *

Di ujung acara, si Arief disuruh buat ngasih penghargaan buat pemenang Stand Up Comedy. Disitu udah kelihatan kalo dia udah engga tahan sama kondisinya.



" Sumpah, gue udah kedinginan banget ini "  kata Arief.


sastra, pemenang stand up comedy
Saat acara udah mau selesai, tinggal sesi foto bareng, Arief udah beneran engga tahan sama kondisinya dan pamit sebentar buat kebelakang panggung dan janji balik lagi. Tapi menit demi menit berlalu Arief engga balik lagi ke panggung. Ternyata dia udah dilarikan ke UGD karena pingsan. Acara talkshow hari itu selesai dan hampir semua peserta talkshow kecewa engga bisa foto bareng. Sore itu aku pulang, nyampe dirumah ngecek timeline @poconggg dan engga ada kabar dari Arief. Yang ngasih kabar malah mas Anca via twitternya plus foto Arief yang lagi di UGD 


Makasih buat Arief yang udah bela-belain tetap melaksanakan tugasnya sebagai pembicara hari itu. Mudah-mudahan di lain kesempatan suasana yang dihadirkan penduduk Medan bisa membuat kesan yang baik dan lebih berharga. Wassalam.


Dokumentasi : Ade Arini Pratiwi, Anca

Minggu, 18 November 2012

Sehari Diantara Tiga Minggu

" Jangan-jangan karena kita udah lama ga nonton, bioskop nya udah tutup lagi " , kata ku membuka obrolan.

" Hahaha, ada-ada aja .. ya ga mungkinlah. Ga ada hubungannya sama kita kaliii ... ", jawabnya sambil tertawa. Memalingkan pandangannya ke jalan yang sudah mulai ramai lalu lintas. Aku tak bisa melihatnya dari kaca spion, posisinya tidak tepat. Maka untuk menghindari kendaraan lain dari arah belakang aku hanya mengandalkan feeling. Lagi pula kebiasaanku itu, meliriknya dari kaca spion, memang tak disukainya, " buat grogi aja " , katanya. 

Tak ada yang berubah, malah sesuatu yang indah bertambah pada dirinya. Aroma tubuhnya yang membuatku begitu tenang ketika mencium tangannya, dan kemudian disambut sandarannya dibahuku, hal kecil semacam itu sudah membuat hari itu begitu menyenangkan. 

Agenda mengisi waktu telah ditetapkan, tapi film hari itu terasa benar-benar membosankan, dan aku tak menyalahkan karena itu adalah pilihannya. Tak perlu kusebut juga apa judul filmnya, biar kalian yang mungkin berencana melihatnya tak akan berubah fikiran. Dan aku mengatakan film itu membosankan dalam status orang awam. Aku bukan kritikus film, aku hanya menikmati tiap detik-detik adegan yang ada dalam sebuah film.Tapi bagaimana mungkin dugaanku salah ? Sekitar 6 orang penonton hari itu meninggalkan kursi mereka saat film baru tayang setengah durasi, dan berkata pelan, " ga enak film nya, buang-buang waktu aja ".

Adegan dilayar besar itu tak membangkitkan mood ku untuk memahami maksud film ini, dan jelas saja, aku lebih memilih mengamati seseorang disebelahku, jauh lebih membuat tenang meskipun hanya samar-samar terlihat karena pantulan cahaya layar. Aku tak melihat jam ketika film itu berakhir, tapi satu cup minuman bersoda ukuran large dan sekantong popcorn caramel hampir tak bersisa lagi. Menandakan berapa lama film itu berlalu tanpa kesan. 

Tinggal 2 jam waktu tersisa ...

Selalu dan memang hanya begini pertemuan kami. Tapi ini adalah hal yang dan akan tetap berkesan. Matanya akan selalu indah untuk dilihat, suaranya akan selalu menenangkan untuk didengar, aroma tubuhnya akan selalu membuatku nyaman dan busur serta rumus matematika apapun tak akan mampu mengukur seberapa indah lengkungan yang diciptakan senyumnya.

Hal terakhir yang bisa kami lakukan hari itu, makan siang sederhana dan menikmatinya secara sempurna. Aku tak dapat memastikan kapan pertemuan berikutnya, dan aku tak mau menghitung dan memperkirakannya. Karena rasa penasaran akan penantian itu akan membuatku semakin kuat dan melatih hati untuk selalu menunggu dan merindukannya, selalu.

" Jadi kapan nih, dikasih film yang kemarin kamu ceritain ? " tanyaku diujung waktu.

" Nanti lah, kalau kita ketemu lagi " 

Kami berbalas senyum, kemudian berpisah. Kuperhatikan dia berjalan sejauh 5 langkah, dan momen berikutnya aku harus berkonsentrasi pada jalanan, jalan yang akan kulihat lagi 3 minggu lagi. Atau bahkan lebih dari itu. 

Tak apa, sang pangeran pun akan tetap bahagia menanti permaisurinya.

Jumat, 09 November 2012

Salam Super !

Hidup ini emang selalu ada hal yang di nanti, nunggu kepastian, harapan, pekerjaan, gebetan, mantan, teman atau apapun itu. Dan waktu yang berlalu untuk menuggu penantian itu pastinya sangat berarti. Entah waktu itu berlangsung lama, atau bahkan ada yang terlalu singkat. 

Yang biasanya cuma menganggap seseorang biasa, malah dalam seketika dia menjadi sosok yang bakalan diingat selamanya. Yang dianggap luar biasa terkadang malah bisa jadi suatu hal yang harus dilupakan. Segala sesuatunya terjadi tanpa rencana, yang tinggal cuma kenangan antara 2 pilihan : kamu tersenyum mengingatnya, atau menitikkan air mata karenanya .. 

Maleemm kakaaak .. Salam Superrr !!

Rabu, 10 Oktober 2012

Diary Bintang

Aku bukan tipe orang yang suka bercerita dengan orang lain, lebih tepatnya aku memilih untuk memendam sendiri segala hal yang aku rasakan. Baik itu senang maupun sedih. Maka jika aku terlihat senang, maka itu hanya sebatas orang melihat tanpa tau isi hatiku. Tapi lama kelamaan aku tak tahan, air mata yang tumpah tiap kali aku merasakan kesedihan mendalam tak cukup untuk melepaskan emosi ku. Topeng yang menutupi segala kesedihan ku tak bisa selamanya kugunakan, aku hanya seorang gadis biasa.

Akhirnya aku ikuti saran dari teman terdekat, mencoba berbagi perasaan melalui tulisan, jika aku memang tak bisa untuk bercerita dengan orang lain termasuk teman terdekat sekalipun.

Jumat, 05 Oktober 2012

Happy Birthday Papa

Hari ini papa aku ulang tahun yang ke 49. Nothing special I can give for him, terutama sejak 5 tahun udah enggak tinggal bareng lagi. 

Yang belum pernah liat papa aku sebelumnya biar aku kasih sedikit bocoran, biar kalian enggak penasaran.

versi geng motor