Minggu, 14 Februari 2016

Review Film: Deadpool 2015 [SPOILER ALERT!]

Halo!

Saya nonton film ini pada saat penayangan perdana di bioskop tanggal 10 Februari kemarin. Peminatnya lumayan banyak, hampir penuh satu studio. Sepertiya hype-nya disini (Medan) lumayan tinggi. Berbeda dengan penayangan Avengers: Age of Ultron dimana banyak yang ga tau pemutaran perdananya pada saat itu. 



BUAT YANG BELUM NONTON, REVIEW INI BANYAK SPOILER-NYA, YA.


Film keluaran studio Marvel yang disutradarai oleh Tim Miller ini menceritakan tentang tokoh anti-hero Marvel yang kocak, Wade Wilson/Deadpool, yang memburu 'creator' yang menyebabkan dirinya memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri akibat sebuah proyek genetik berbahaya yang awalnya bertujuan untuk menyembuhkan kanker yang ada dalam tubuh Wade yang sedang dilanda keputus-asaan. Sayangnya, walaupun percobaan tersebut berhasil membangkitkan sisi mutant dan menyembuhkan kanker Wade, namun percobaan tersebut justru merenggut ketampanan yang dimiliki Wade yang diperankan Ryan Reynolds sehingga kepercayaan dirinya pun hilang dan kemudian memutuskan meninggalkan kekasihnya, Vanessa, dan kemudian tinggal bersama seorang wanita buta bernama Al. 

Pada awal film diceritakan Deadpool sedang mengejar Ajax sang musuh utama yang sedang berada di sebuah konvoi di jalan raya. Deadpool pun membuat berantakan konvoi tersebut dan menghabisi satu persatu musuhnya dengan tingkah kocak dan mulutnya yang cerewet namun berakhir sadis untuk lawan-lawannya. Deadpool berhasil menangkap Ajax dan hampir membunuhnya. Namun Ajax berhasil kabur karena perhatian Deadpool teralihkan oleh kedatangan dua mutant X-Men, Colossus dan Negasonic Teenage Warhead yang telah lama mengejarnya untuk mengajaknya bergabung dengan X-Men.

Deadpool pun berusaha kabur dari mutant X-Men yang akan menangkapnya. Mencoba melawan namun tidak berhasil dan kemudian ditangkap oleh Colossus. Hal tersebut ternyata bukan masalah. Dia memotong tangannya sendiri dan kabur dengan menumpang truk sampah. Sesaat setelah itu, Deadpool mem-flashback bagaimana keadaannya bisa menjadi seperti sekarang. Menghabisi satu per satu kaki tangan Ajax untuk mendapatkan informasi dan memutuskan untuk menggunakan kostum. Disaat itu juga Wade berusaha untuk menemui Vanessa dan memberitahukan alasannya pergi. Namun Wade masih ragu dan belum bernyali. 

Deadpool akhirnya bertemu kembali dengan Ajax yang juga ingin balas dendam dan menghabisi Deadpool karena menyesal telah memberikan kemampuan healing dengan menculik Vanessa sebagai umpan. Deadpool meminta bantuan dari Colossus dan Negasonic dengan mendatangi sekolah mutant. Terjadilah final battle antara Deadpool dibantu Colossus dan Negasonic melawan Ajax yang didampingi Angle Dust yang juga merupakan hasil eksperimen-nya.

Saya pribadi tidak terlalu menunggu film ini. Hanya saja saya tidak ingin melewatkan film-film superhero dari Marvel. Dan kali ini adalah film seorang anti-hero. Deadpool sebelumnya pernah hadir di salah satu film X-Men Origins: Wolverine, hanya saja versinya berbeda dengan yang sekarang. Walaupun sama-sama diperankan oleh Ryan Reynolds. Bagi saya film ini benar-benar wadah bagi Wade/Deadpool untuk melakukan hal apapun termasuk menjadi narator cerita (tetap dalam arahan sutradara) dan mengejek perannya yang pernah menjadi 'superhero' studio sebelah, DC. Banyak hal-hal kocak yang disampaikan Deadpool melalui dialog-dialog dan didukung dengan pembawaan karakernya. Walaupun banyak kata-kata atau kalimat yang masih belum cocok buat anak-anak di bawah umur. 

Jujur, saya ga suka plot film ini. Di awal film sudah disuguhkan scene yang menurut saya penting dan seru dan sebaiknya ada di pertengahan. Terlebih menurut saya scene ini sudah banyak terlihat di trailer. Tapi apa daya, ini adalah kuasa Deadpool sebagai aktor utama film. This is really his own film. Seperti pembalasan karena karakter 'ga' jelasnya di film Wolverine. Ya, Deadpool versi kala itu ga bisa cerewet. Di tengah film, saya justru merasa bosan. Kemunculan Ajax sebagai villain yang juga merupakan mutant di awal cerita sudah menjawab siapa musuh Deadpool di film ini. Ditambah bagi saya cerita dasar dari Deadpool ini ga begitu kuat. Saya bahkan ga tau Deadpool ini berada di era mana. Yang saya tangkap sama sekali ga ada hubungan dengan film Marvel manapun yang biasanya selalu punya kata kunci ke sekuel atau film lain. Atau mungkin saya kurang fokus? Atau Deadpool punya cerita yang benar-benar baru? Sepertinya begitu.

Mutant X-Men yang terlihat disini pun hanya dua, seperti celaan Deadpool yang menyatakan studio kekurangan budget memanggil mutant lain untuk film ini. Saya sempat berfikir bagaimana jika pada scene Deadpool mampir ke Xavier School untuk meminta bantuan Colossus dan Negasonic, yang membukakan pintu adalah Wolverine. Saya yakin itu bakal awkward dan kocak. 

Karakter Deadpool di film ini saya kira sudah sangat pas. Kocak, bawel, cepat, cerdik namun ceroboh. Hubungannya dengan Dopinder sebagai supir taksi 'langganan' pun menarik karena terdapat sesi curhat soal cinta segitiga dalam obrolan mereka. Ajax sebagai villain bagi saya kurang menarik dan tidak berkarakter. Vanessa yang merupakan kekasih Deadpool, saya kurang berasa chemistry yang kuat di dalam hubungan mereka. Saya merasa film perdana Deadpool ini masih memiliki dasar cerita dan karakter-karakter yang terlalu sempit. Termasuk setting lokasi film-nya. Entahlah, sepertinya saya terlalu banyak mengeluh. Yah, namanya juga ini review saya. 

At last, satu hal yang paling menghibur saya dari film ini adalah scene after credit. Lumayan lama ditunggu, berakhir dengan 'dikerjai' oleh Deadpool. Ngeselin.

Demikian review saya, dan saya beri rate 7.5 for the not so bad ass Deadpool movie.

Terima kasih telah membaca ;)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar